Judul catatan ini mengutip ucapan sang anak buah ketika dia mengadu nasib gajinya. Sangat kontradiktif tetapi justru memang realita-nya seperti itu. Harryfakri memang bertekad untuk selalu menjadikan semua tempat, momen, waktu, dan segalanya sebagai ilmu, pengalaman hidup, dan tentu saja bekal hidup. Sehingga semuanya dipikirkan untuk diambil pelajarannya. Idealnya seperti itu, harryfakri merencanakan itu. Termasuk masalah pekerjaan, memang kalau merunut pada salary, kadang hati meradang memikirkan nasib, tetapi kalau dipikirkan masak-masak, apa yang harryfakri dapatkan selain salary adalah luar biasa. Di tempat kerja ini, harryfakri mendapatkan ilmu yang mungkin tidak didapatkan di tempat kerja yang lain. Kontradiktif tetapi realita, ketika dicoba diterapkan pada orang lain, pada anak buah kepercayaan, pernyataan bahwa tempat kerja itu sebagai sarang ilmu justru diledek dengan kata-kata "kang, ini tempat kerja bukan tempat kuliahan!!". "eh, kang, kita itu bekerja di sini sebaik-baiknya hanya untuk mendapatkan nilai yang baik, nilai yang baik itu akan mendapatkan gaji yang tinggi, artinya kita bekerja dengan baik hanya demi gaji!" Waduh, kaget juga dikatain seperti itu, seperti disadarkan dari idealis menjadi realistis. Memang bekerja underpaid bikin pusing, apalagi dengan ledekan teman-teman, anak buah, rekan kerja, atau jangan-jangan atasan dan hrd juga ikut meledek? Memang, intinya kita itu harus bekerja sebaik-baiknya, tetapi demi apa? Demi salary?
10 February, 2009
Subscribe to:
Post Comments (Atom)








0 comments:
Post a Comment