Judul catatan ini mengutip ucapan sang anak buah ketika dia mengadu nasib gajinya. Sangat kontradiktif tetapi justru memang realita-nya seperti itu. Harryfakri memang bertekad untuk selalu menjadikan semua tempat, momen, waktu, dan segalanya sebagai ilmu, pengalaman hidup, dan tentu saja bekal hidup. Sehingga semuanya dipikirkan untuk diambil pelajarannya. Idealnya seperti itu, harryfakri merencanakan itu. Termasuk masalah pekerjaan, memang kalau merunut pada salary, kadang hati meradang memikirkan nasib, tetapi kalau dipikirkan masak-masak, apa yang harryfakri dapatkan selain salary adalah luar biasa. Di tempat kerja ini, harryfakri mendapatkan ilmu yang mungkin tidak didapatkan di tempat kerja yang lain. Kontradiktif tetapi realita, ketika dicoba diterapkan pada orang lain, pada anak buah kepercayaan, pernyataan bahwa tempat kerja itu sebagai sarang ilmu justru diledek dengan kata-kata "kang, ini tempat kerja bukan tempat kuliahan!!". "eh, kang, kita itu bekerja di sini sebaik-baiknya hanya untuk mendapatkan nilai yang baik, nilai yang baik itu akan mendapatkan gaji yang tinggi, artinya kita bekerja dengan baik hanya demi gaji!" Waduh, kaget juga dikatain seperti itu, seperti disadarkan dari idealis menjadi realistis. Memang bekerja underpaid bikin pusing, apalagi dengan ledekan teman-teman, anak buah, rekan kerja, atau jangan-jangan atasan dan hrd juga ikut meledek? Memang, intinya kita itu harus bekerja sebaik-baiknya, tetapi demi apa? Demi salary?
10 February, 2009
03 February, 2009
Cuap-cuap
Jeritan, curahan hati, gundah gulana orang teraniaya
Hari-hari ini Hry merasa kelabu, ya berkaitan dengan salary yang diterima untuk kenaikan bulan Januari. Syukur Alhamdulillah meski ada yangmemberikan janji untuk menaikkan gaji (tidak tertulis sih...), Hry tidak berharap terlalu banyak, dan ketika semua janji itu hanya "pepesan kosong", rasa kecewa yang datang tidak begitu berat, tapi jujur layaknya manusia biasa Hry:
1. kecewa (karena...mmmh sebenarnya berharap sih..'#!#?'^$ inkonsisten...)
2. putus asa (merasa sudah bekerja sebaik-baiknya, sehebat-hebatnya, sekuat tenaga....tapi..tidak dapat penghargaan,tentunya bukan medali tapi kenaikan gaji)
3. rendah diri (mungkin Hry memang kualitasnya hanya bisa dibayar segitu)
4. senewen (ah pokoknya senewen aja...)
5. merana (sakit hati naik gajinya cuman dikit....)
6. bingung (harus bagaimana lagi? Coba harus gimana lagi?)
7.aneh (merasa aneh bisa kerja dengan orang-orang aneh,.!@#^&$ apa Hry yang aneh sendiri?)
8.ingin ketawa (pernah gak merasakn sesuatu hal yang menyakitkan, tetapi malah jadi pengen ketawa? kalu belum pernah berarti emang Si Hry sudah gak waras)
9.mikir yang nggak-nggak (contohnya, apa mesti ke dukun? #!%$^&* Hry-hry... kenapa ke dukun? kenapa gak ke paranormal aja?)
10. mulai jadi oportunis (mungkin jalan yang terbaik adalah ngejilatin pantat bos-bos supaya bisa naik gaji tinggi????)
11. mulai jadi orang sableng (melakukan aksi mogok makan...#@!%$^ Hry-hry siapa yang mau peduli..sih!!)
12. pesimis (pesimis bisa naik gaji lagi...)
13. mau nekad aja ( mengorbankan harga diri dengan mengemis-ngemis ke bos minta naik gaji)
14. meniru taktik orang (biasanya sukses!!!) (mau tahu..nih caranya " pura-pura mau pindah" dengan harapan Bosnya nanya gini "Emang di sana kamu ditawarin gaji berapa?", tapi dipikir-pikir bagaimana kalau Bosnya bilang gini "Ya udah silakan pergi...")
15. nyari kerja lagi (berarti hry kalah dong,..memang sih penasaran ingin ngukur sehebat gimana si hry ini dalam menaklukan manajemen, sebenarnya nyari kerja mah gampang...hry kan masih muda belia...culun)
16. inosen (mungkin karena Hry inosen jadi dimanfaatkan oleh manajemen, gak kok, Hry pernah berontak, sampai kirim email ke direktur segala..tapi tetep aja gk mau naikin gaji)
17. gabung ma serikat pekerja (ogah ah, ntar diskorsing lagi>>!@#$%$#@!&^)
18. pasrah (kayak bukan muslim aja!!!!)
19. sabar dan ikhtiar (nah ini baru hebat!!! tepuk tngan dong!!)
20. do the best (ini juga hebat...)
oleh harryfakri jam 4:37 PM 0 comments Links to this post







